Tidung Island Only 3 hours from Jakarta
Oleh Suhairi & Alamsyah M. Dja’far
Tidung-puloseribu.com. Mulai awal April ini jalur penyeberangan Pulau Tidung- Muara Angke akan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi pukul 07.00 WIB dan siang pukul 13.00 WIB. Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat bersama antara pemilik kapal, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Kelurahan Pulau Tidung dua pekan lalu. Sumber puloseribu.com yang ikut rapat mengatakan, bahwa perdebatan dalam rapat penentuan apakah akan membuka jalur siang atau tidak berjalan cukup alot. Rapat yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB di Kantor Kelurahan berlangsung tengah malam. Pemilik kapal yang selama ini mengoperasikan pagi hari keberatan dengan ide membuka penyeberangan siang. “Mereka takut kalau penyebrangan siang mengurangi pemasukan selama ini,” katanya kepada Suhairi dari puloseribu.com dua pekan lalu. Sebelumnya rapat ini pertemuan sebetulnya juga dilakukan rapat atas undangan LPM dan dhadiri Lurah dan Wakil Lurah Pulau Tidung, perwakilan masyarakat, dan pemilik kapal. Tapi para pemilik kapal sore itu tak datang dan rapat sore itu merekomendasikan agar pertemuan dengan pemilik kapal digelar malam harinya.
Selama ini sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung memang mengeluhkan soal keterbatasan transportasi yang hanya berlangsung sekali pagi hari. Untuk ke Pulau Tidung dan dapat tempat duduk di kapal penyeberangan mereka sudah harus siap-siap sejak Subuh. Belum lagi resiko kalau tertinggal. Mereka tak bisa menyeberang hari itu.
Seperti pantauan puloseribu.com, jumlah pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya menuju Pulau Tidung setiap minggunya selalu membludak. Agar lebih nyaman, sejumlah wisatawan mengusulkan penyeberangan dibuka juga siang hari seperti yang selama ini sudah berjalan untuk jalur di Pulau Panggang dan Pramuka. Untuk menyeberang ke Pulau Tidung, tarif dipatok Rp. 33 ribu per sekali jalan dengan waktu tempuh sekitar 2.5 jam. Penumpang yang dapat diangkut bisa mencapai 100 penumpang
Filed under: island in Indonesia