November 15, 2009

Pasar Baru Jakarta Indonesia, oldest market in Jakarta

Pasar Baru Dulu & Kini

Mengintip Kejayaan “Passer Baroe” di Masa Lampau

Kejayaan “Passer Baroe” sudah diketahui di masa Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) dulu.
Daerah “Passer Baroe” dulu tidak hanya dikenal sebagai daerah elite karena berada tidak jauh dari kawasan Rijswijk (Jalan Veteran) yang dibangun pemerintah Kompeni Belanda untuk orang-orang kaya di Batavia. Ya, sekarang ini mirip kawasan Menteng atau Pondok Indah.

Di daerah pasar itu juga dikenal sejumlah tukang sepatu di masa Batavia dulu. Salah satu yang sangat terkenal bernama Sapie Ie. Pria keturunan Cina ini oleh pejabat-pejabat Kompeni Belanda dipercaya membuat bahkan memperbaiki sepatu dengan hak tinggi. Ya sepatu prajurit, ya sepatu untuk keperluan pesta. Namun Sapie Ie lebih dipercaya untuk membuat sepatu pesta. Soal ongkos, para pejabat Kompeni Belanda tidak dibuat pusing. Yang penting kualitas dijamin!


Pasar Baru 1898

Dalam buku bertajuk “Indrukken van een Totok, Indische type en schetsen”, secara gamblang dijelaskan peran tukang sepatu Sapie Ie di daerah “Passer Baroe”. Justus van Maurik, sang penulis buku tersebut, menceritakan bagaimana ia terpaksa harus berhubungan dengan Sapie Ie hanya karena harus mengenakan sepatu hak tinggi untuk memenuhi undangan sebuah pesta dansa di Gedung Harmonie. “Saya kaget ketika menerima surat undangan untuk menghadiri pesta dansa dari Gubernur Jenderal van der Wijck,” tulis Justus van Maurik dalam bukunya itu. Dalam undangan yang disampaikan langsung Gubernur Jenderal van der Wijck tersebut disebutkan bahwa pesta dansa dilakukan pada Minggu, 2 Agustus tepat pukul 21.00 malam. Justus pun bersiap diri.

Ia mulai menyiapkan pakaian yang terbaiknya hanya untuk menghormati surat undangan Gubernur Jenderal van der Wijck. Celana panjang, rompi dan jas warna hitam telah disiapkan. Namun sayangnya, sepatu yang dimilikinya ternyata tidak pas untuk sebuah pesta dansa, apalagi yang digelar Gubernur Jenderal van der Wijck. Oleh teman-temannya ia disindir habis karena sepatu bututnya itu. “Masa kamu mau hadiri pesta dansa pakai sepatu butut itu?” sindir rekan-rekan Justus.

Atas desakan salah seorang temannya yang sudah lebih dulu menetap di Kota Batavia, Justus disarankan untuk memesan sepatu lak ke tukang sepatu Sapie Ie di “Passer Baroe”. Dengan ramah Sapie Ie menerima pesanan sepatu lak Justus. Karena kakinya agak besar maka Sapie Ie meminta tambahan ongkos sebesar 50 sen.


Pasar Baru 1900

Uniknya, memesan sepatu dari Sapie Ie, si pemesan bisa menunggu. Sambil menunggu sepatu pesanannya selesai, Justus van Maurik jalan-jalan dulu mengitari daerah Rijswijk (kini Jalan Veteran). Lama memang, tapi yang penting bagi Justus bisa ikut pesta dansa. Dalam hitungan jam akhirnya sepatu hak pesanan itu selesai. Sayangnya, ketika dicoba ternyata agak sempit. Tapi kereta jemputan untuk mengikuti pesta sudah di depan mata, maka dengan jalan agak kesakitan Justus van Maurik melupakan rasa sakit kakinya itu.

Usai pesta Justus melepaskan sepatunya yang katanya sempit itu. Begitu dibuka di dalamnya ada bon utang. Di ujung sepatu lak kiri ada bon tagihan yang dilipat rapi. Ya, mungkin karena ketika itu Sapie Ie si tukang sepatu enggan menagih kekurangan pembayaran sepatu sehingga ia menaruh bon tagihan di dalam sepatu. Akibat ulah itu kaki Justus van Maurik bengkak. Keesokkan harinya ia mendatangi toko Sapie Ie dan membayar bon pembuatan sepatu lak itu.


Pasar Baru 1901

Lomba Perahu

Sungai Ciliwung yang melintas di “Passer Baroe” sering digunakan untuk lomba perahu. Orang menyebutnya Kali Passer Baroe waktu itu. Nah, di masa Kota Batavia dulu di tempat yang sama juga digelar lomba perahu untuk memperebutkan batang bambu berdaun yang diikat dengan sapu tangan, cita dan bahkan sebungkus kecil candu seharga 32 sen.

Lomba perahu di Ciliwung dilakukan dalam rangka pesta Peh Cun, sebuah perayaan etnis Cina di Kota Batavia. Semasa Batavia dulu memang daerah itu dikenal pula sebagai pusat perdagangan atau pasar. Di sana banyak bermukim orang-orang Cina yang tidak betah menetap di daerah Pecinan Glodok. Sebagian dari mereka memilih membuka toko di “Passer Baroe”.


Pasar Baru 1910

Tradisi pesta Peh Cun digelar tanggal 5 bulan 5 penanggalan Cina, para pedagang di pasar itu sejenak melupakan bisnisnya dan beramai-ramai berkumpul di sepanjang Ciliwung untuk menyaksikan penyelenggaraan Peh Cun. Puluhan perahu yang dihias di antaranya ada yang dihias dengan topeng kepala naga berlaga di Kali “Passer Baroe” itu. Semua orang tumpah ruah di sana (tak cuma etnis Cina) tapi juga penduduk di sekitar kali itu. Sorak-sorai bergema di sana apalagi begitu perahu-perahu itu berlomba untuk mendapatkan batang bambu berdaun yang diikat dengan sapu tangan. Dan juga ditaruh sebungkus kecil candu seharga 32 sen. Etnis Cina memang sudah sejak lama dikenal gemar candu. Makanya, tak heran jika di Kota Batavia dulu, pemerintah Kompeni Belanda mematok pajak candu bagi rumah-rumah candu.


Pasar Baru 1915


Pasar Baru 1920


Pasar Baru 1935


Pasar Baru 1949


Pasar Baru 1955

Dan sebagai pusat perbelanjaan tertua di Ibu Kota Jakarta. Pasar Baru memiliki agenda tahunan – saban ulang tahun Jakarta, 22 Juni – Pasar Baru ikut nimbrung dalam sebuah kemasan yang dinamakan “Festival Passer Baroe”. Sayangnya, “Passer Baroe” — begitu dulu dinamakan orang, kini dikenal sebagai Pasar Baru — perlahan-lahan mulai tampak kalah pamor menyusul menjamurnya pusat perbelanjaan modern seperti mal dan plaza yang menampung kerakusan belanja warga Jakarta.

Sadar bahwa Pasar Baru kini mulai ditinggalkan orang, lantas dikeluarkan wacana untuk menjadikan kawasan belanja yang dikenal tahun 1070-an itu menjadi tempat untuk kongkow-kongkow seperti Cilandak Town Square (Citos) di bilangan selatan Jakarta.

Pasar Baru 2001

November 15, 2009

Nomor-Nomor Hp Penipu SMS

berikut diposting seluruh nomer telepon maupun hp penipu yang menggunakan sms. Tentunya SMS tersebut telah di foto dan didokumentasikan. Saya sangat senang apabila Anda juga memposting disini nomer-nomer tersebut sehingga bisa membantu saudara-saudara kita menghindari adanya penipuan sms. Kirimkan kepada kami dengan menyertakan foto atau file foto sms tersebut dan akan saya posting secara berurutan disini, caranya mudah :

nomer pengirim penipu, tanggal dan jam, nomer yang minta dihubungi, sebagai contoh sbb: 085717418274, 15-11-2009: 07:52, 021-68915347-02168915348

nomer2 tersebut telah masuk dalam sms dan telah di foto sebagai dokumentasi, dan jelas2 mencoba menipu dengan iming2 hadiah.

Partisipasi Anda sangat membantu, terima kasih.

November 8, 2008

The Wakatobi is a Marine National Park

The Wakatobi is a Marine National Park comprising an archipelago of four large islands located in south east Sulawesi, Indonesia. The park encompasses stunning coral reefs, white sand beaches and an amazing wealth of whales and dolphins. Positioned at the heart of the Indo Pacific area where marine biodiversity is at its greatest, diving is truly fantastic. Wakatobi is unlimited world-class reef diving

November 8, 2008

Jalan Jaksa for Backpacker

Located in Center Jakarta, Indonesia, Jalan Jaksa is the most important tourist and backpacker street in Jakarta is the cheap accommodation, budget friendly restaurants and bars. Every year it celebrates its diverse identity with the annual festival Jaksa Street includes the live music, art exhibitions, craft stalls and sporting competitions. The only goal of the day is fun and entertainment, usually late at night

Jalan Jaksa is a 400-meters street, It is located strategically as an alternative way from Kebon Sirih street to Wahid Hasyim street. From this street, the tourists can go forward to National Museum and Monas, and Gambir Station with a relatively close distance.

In 1993, Jakarta Tourism Office stated that 57.21 tourists visited and stayed in hotels in Jalan Jaksa, including 29.676 Europeans, 9.309 Australians, 4.215 Americans, and 649 Africans. The stayed three days in average.

Along the street you can find many bars, restaurants, food places, cafes, and some staying places, from hostels to hotels. Mostly, the staying places are opened using western standard, there are alcoholic beverages, karaokes, music entertainment, and foods with full of tourist’s tastes.

May 16, 2008

Keindahan Pulau Pulau Indonesia

Pulau-pulau Indonesia sangat banyak dan dengan keindahan yang tidak tertara. Ada kalanya bukan hanya sekedar sebuah pulau tetapi memiliki keindahan yang tidak pernah bosan untuk dilihat dan dinikmati dengan siapapun.

May 16, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!